Jembatan Penyeberangan Desa Jagoh Memprihatinkan

KondisiJembatan penyeberangan dari Jagoh besar ke Seberang Kemas, Desa Jagoh. (f-aci)

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Jembatan penghubung Desa Jagoh dan Seberang Kemas, Kecamatan Singkep Barat sangat memprihatinkan lantaran rentan roboh.

Jembatan sepanjang 315 meter terbuat dari kayu itu merupakan satu-satunya akses logistik penduduk Seberang Kemas.

Meskipun, terdapat jalur lain dengan jarak 15 kilometer untuk menuju ke Kemas, jembatan ini merupakan akses terdekat menuju ke Kemas dari daerah lainnya.

Dibangun sejak 13 tahun lalu, jembatan penyeberangan Desa Jagoh tersebut juga merupakan akses penyebrangan pedagang dari Sungai Buluh.

Lebih kurang 200 jiwa bermukim di Seberang Kemas. Mereka mengharapkan pemerintah Provinsi maupun Kebupaten Lingga dapat membangun permanen jembatan tersebut.

Seperti disampaikan Madi, penduduk Desa Jagoh mengungkapkan, dahulu jembatan tersebut dibangun sebelum Lingga menjadi kabupaten, oleh salah satu pengusaha kilang kayu yang membuka usahanya di Jagoh.

Saat itu Jagoh belum menjadi desa sendiri, masih tergabung bersama Desa Sungai Buluh. Hingga saat ini jembatan tersebut belum pernah tersentuh rehabilitasi, baik itu dari Pemerintah Provinsi Kepri maupun dari Pemerintah Kabupaten Lingga.

Bahkan, jika ada kerusakan pada jembatan itu, Kepala Desa bersama warga setempat bergotong royong memperbaikinya, itu pun perbaikan yang dilakukan jika kerusakannya dalam skala kecil.

Padahal kepala Desa setempat sudah menyampaikan persoalan mirisnya kondisi Jembatan penghubunh Desa Jagoh dan Seberang Kemas, bahkan Gubernur Kepri sudah melihat secara langsung kondisi jembatan itu, akan tetapi tak jua dibenahi.

“Kami berharap pemerintah daerah membangun kembali, membenahi, merevitalisasi jembatan ini, mengingat jembatan ini merupakan penghubung kedua tempat, dan juga aset ekonomi bagi masyarakat setempat,” ungkapnya.

Mantan Anggota DPRD Lingga Rudi Purwonugroho mengharapkan pemerintah Provinsi dan Kabuoaten Lingga dapat menyelesaikan persoalan Jembatan tersebut.

“Masyarakat desa Jagoh berharap Jembatan ini dapat dibangun oleh Pemeritah Provinsi maupun Kabupaten secara permanen tidak lagi dari kayu seperti sekarang ini,” terangnya.

(ACI)
Editor : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top