Warga Tarempa Barat Daya Keluhkan Jalan Rusak, Bupati Aneng: Sudah Saya Usulkan ke APBN

Ketua Karang Taruna Desa Tarempa Barat Daya, Edi Putra, bersama warga setempat, Jefri, bersama Bupati Kepulauan Anambas Aneng, di sela kegiatan penyaluran bantuan, di Aula Rapat Kantor Desa Sri Tanjung, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kamis (8/10/2026). (Foto: Fendi/pijarkepri.com)
Ketua Karang Taruna Desa Tarempa Barat Daya, Edi Putra, bersama warga setempat, Jefri, bersama Bupati Kepulauan Anambas Aneng, di sela kegiatan penyaluran bantuan, di Aula Rapat Kantor Desa Sri Tanjung, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kamis (8/10/2026). (Foto: Fendi/pijarkepri.com)

Anambas, PIJARKEPRI.COM – Pembagian bantuan sembako dari Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya keluhan warga Desa Tarempa Barat Daya terkait kondisi akses jalan yang dinilai memprihatinkan.

Keluhan tersebut disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Tarempa Barat Daya, Edi Putra, bersama warga setempat, Jefri, kepada Bupati Kepulauan Anambas Aneng, di sela kegiatan penyaluran bantuan, di Aula Rapat Kantor Desa Sri Tanjung, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kamis (8/10/2026).

Bacaan Lainnya

Jefri mengatakan, kondisi jalan menuju permukiman warga masih rusak, dengan sejumlah bagian jalan curam, berlubang dan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan mobilitas masyarakat, termasuk akses kendaraan untuk pelayanan kesehatan.

“Jalan di Desa Tarempa Barat Daya kondisinya sangat tidak bagus, curam, berlubang dan pecah. Bahkan mobil ambulans tidak bisa masuk sampai ke bawah permukiman masyarakat,” ujar Jefri.

Kondisi jalan Desa Tarempa Barat Daya
Kondisi jalan Desa Tarempa Barat Daya saat ini.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Bupati Aneng dan Wakil Bupati Anambas saat ini, kondisi infrastruktur di desanya mendapat perhatian lebih serius.

“Saya berharap Pak Bupati Aneng bisa memperhatikan desa kami karena desa kami jarang diperhatikan pemerintah daerah. Kami berharap ada perubahan, terutama untuk akses jalan,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Anambas Aneng mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan jalan tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Aneng, keterbatasan kemampuan anggaran daerah menjadi salah satu alasan pemerintah kabupaten mengusulkan pembangunan melalui pemerintah pusat.

“Jalan ini sudah saya ajukan ke APBN. Seperti pembangunan jalan di Teluk Kaut, Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, itu juga menggunakan anggaran APBN,” kata Aneng.

Ia menegaskan, ketika kemampuan APBD tidak mencukupi untuk membiayai pembangunan infrastruktur berskala besar, pemerintah daerah akan mendorong dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kalau anggaran APBD tidak ada, makanya saya ajukan ke APBN,” ujarnya.

Aneng berharap usulan tersebut dapat segera mendapat tindak lanjut sehingga akses jalan di Desa Tarempa Barat Daya dapat diperbaiki dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Perbaikan akses jalan juga dinilai penting untuk mendukung pelayanan dasar, terutama mobilitas kendaraan kesehatan dan akses masyarakat menuju pusat pelayanan.

Bagi warga Tarempa Barat Daya, perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi, pelayanan kesehatan dan aktivitas ekonomi secara lebih layak.

Pewarta : Fendi

Pos terkait