Oknum Guru Cabuli Siswa Ditangkap Polisi, AKP Efendri Alie : Jangan Ditiru

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie didampingi Humas Polres Tanjungpinang, Ipda Suriya dan Kanit PPA, saat menunjukkan barang bukti kasus guru cabuli anak murid, di Tanjungpinang. (Foto: HMS/istimewa)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – PDB (25) oknum guru salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Tanjungpinang mencabuli muridnya ARS (18 tahun) sudah ditangkap, prilaku guru seperti ini jangan ditiru, kata Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Alie.

“Seharusnya profesi tersangka sebagai guru itu menjadi contoh tauladan, agama mana pun melarang prilaku seperti itu,” tambahnya, di Tanjungpinang, Selasa (13/8).

Kasat Reskim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali mengatakan, modus pelaku untuk melakukan perbuatan cabul tersebut dengan mengancam korban.

“Ancaman pelaku berupa jika tidak mau menuruti keinginan pelaku untuk dicabuli makan korban akan diberikan nilai jelek di sekolah,” katanya.

AKP Efendri Alie mengatakan, berdasarkan keterangan pelaku, pertama kali melakukan aksi bejatnya itu dengan menyuruh korban datang kerumah Pelaku yang berada di Jl. Hutan Lindung, Tanjungpinang.

Pelaku kemudian memaksa korban untuk melakukan perbutan cabul dengan mengancam akan memberikan nilai jelek kepada Korban jika Korban menolak keinginan Pelaku.

Tidak hanya itu, pelaku juga merekam perbuatan tidak terpuji itu dalam bentuk video berdurasi 0,23 detik menggunakan HP.

“Selanjutnya Video tersebut di pindahkan kesebuah Laptop milik si Pelaku,” kata Ali saat memimpin Konferensi Pers, didampingi Humas Polres Tanjungpinang, Ipda Suriya dan Kanit PPA.

Kepada Polisi pelaku PDB (25) mengaku melakukan aksi perbuatan cabul tersebut sekitar tahun 2018 lalu. Pelaku juga mengaku tidak hanya sekali namun sudah beberapa kali melakukan perbuatan tidak terpujinya itu.

Pelaku merupakan seorang oknum Guru mengajar pelajaran Bahasa Inggris di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Tanjungpinang, sedangkan korban dari perbuatannya sesama jenis adalah Murid Pelaku itu sendiri.

Kejadian pencabulan itu diketahui setelah korban bersama orang tuanya melaporkan persoalan itu ke Polres Tanjungpinang.

“Selanjutnya kita melakukan serangkaian penyelidikan terhadap laporan korban ini dan mengamankan seorang pelaku oknum guru laki-laki dan menyita beberapa alat bukti yang dilakukan pelaku terhadap Korban saat melancarkan aksinya,” ungkap Alie.

Polisi menyangkakan Pasal 289 K.U.H.Pidana kepada pelaku. Pasal itu berbunyi; “Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun (9) tahun penjara.

ANG

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top