Anambas, PIJARKEPRI.COM – Fasilitas wisata Batu Tompak Tiga dan Batu Lepe di Kabupaten Kepulauan Anambas yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah kini menuai sorotan. Sejumlah fasilitas dilaporkan rusak dan terbengkalai, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
Kondisi memprihatinkan terlihat di kawasan wisata Batu Tompak Tiga, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, yang berada di sekitar Jalan Selayang Pandang, pusat Kota Tarempa.
Berdasarkan pantauan PIJARKEPRI.COM, Sabtu (17/10/2026), sejumlah bagian fasilitas mengalami kerusakan yang membutuhkan penanganan segera.
Papan-papan terlihat rapuh, sementara sejumlah bagian pagar telah putus. Kerusakan tersebut menimbulkan risiko bagi pengunjung yang datang untuk bersantai maupun berfoto, terutama anak-anak yang beraktivitas di kawasan itu.
Padahal, Batu Tompak Tiga merupakan salah satu destinasi wisata di pusat Kota Tarempa yang ramai dikunjungi masyarakat, khususnya pada sore hari dan akhir pekan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan aset wisata yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.
Salah seorang pengunjung, Ardiansyah, mengaku prihatin melihat fasilitas wisata yang dinilainya tidak terawat. Ia khawatir kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dapat memicu kecelakaan.
“Sayang sekali aset ini tak dipelihara dengan baik. Masak tak bisa lihat banyak barang yang sudah rusak parah dan mau patah begini? Ini kan bahaya, apalagi banyak anak-anak bermain di sini,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum terjadi insiden yang membahayakan pengunjung.
“Moga saja segera diperbaiki sebelum ada korban yang jatuh saat mengambil momen berfoto bersama keluarga,” katanya.
Kerusakan fasilitas wisata ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pembangunan destinasi wisata semestinya tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi harus diikuti pemeliharaan berkala, pengawasan kondisi bangunan, dan jaminan keselamatan pengunjung.
Jika dibiarkan, fasilitas yang seharusnya menunjang pariwisata justru berpotensi menjadi ancaman bagi masyarakat sekaligus membuat aset pemerintah tidak berfungsi optimal.
Masyarakat mendesak Dinas Pariwisata Anambas segera turun ke lapangan, memeriksa tingkat kerusakan, serta memperbaiki bagian-bagian yang membahayakan.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan kondisi fasilitas di Batu Lepe agar kerusakan serupa tidak luput dari perhatian.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Anambas mengenai penyebab kerusakan, rencana perbaikan, maupun pemeliharaan fasilitas di kedua lokasi tersebut.
Pewarta : Fendi







