BAI Bersiap Bangun PLTU 900 MG di KEK Galang Batang

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, di Bintan, Kepulauan Riau. (Foto: Aji Anugraha/doc_pijarkepri.com)
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, di Bintan, Kepulauan Riau. (Foto: Aji Anugraha/doc_pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Usai pelepasan ekspor perdana Smelter Grade Alumina (SGA), PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau terus menggesa kesiapan pembangunan diberbagai sektor lainnya.

Direktur PT BAI, Santoni, Rabu (4/1/2023) mengatakan, pengembangan KEK Galang Batang sangat baik. Pihaknya tengah mempersiapkan pembangunan PLTU 900 mg di tahun ini.

Ia menyebutkan, tersedianya PLTU dapat menopang kehadiran pembangunan industri dan pabrik-pabrik lain di KEK Galang Batang.

“Jika terwujud tahun ini kita akan bangun PLTU 900 MG. Coba kita bayangkan. Saat ini total Listrik yang ada di Kepri berapa mega.
Pembangunan PLTU pasti akan berbarengan pembangunan industri-industri dan pabrik kan,” kata Santoni.

Ia mengatakan sampai saat ini KEK Galang Batang mendapatkan persetujuan perluasan area sebesar 2.189 hektare. Namun lahan tersebut belum dapat digunakan lantaran masih tersangkut soal perizinan lingkungan, di pusat.

Izin lingkungan KEK Galang Batang untuk pengoperasian 2.189 hektare itu masuk daftar antrean di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

“Sedangkan di pusat terjadi penumpukan proses perizinan amdal dari seluruh Indonesia. Sehingga kami harus menunggu antri proses izinnya,” ungkapnya.

Baru-baru ini Menteri KLHK, Siti Nurbaya, mengeluarkan kebijakan baru untuk mempercepat proses perizinan salah satu diantaranya Amdal lingkungan dari pusat kembali ke daerah kabupaten kota.

Keputusan itu tertuang dalam SK Menteri KLHK Nomor SK.1295/MENLHK/SETJEN/REN.0/12/2022 tentang transisi percepatan proses persetujuan lingkungan dalam rangka mendukung pelaksanaan perizinan berusaha.

Namun, Provinsi Kepri dan KEK Galang Batang tidak termasuk dalam 19 daerah kabupaten kota dan provinsi yang tertuang di SK Menteri KLHK tersebut.

Kendati demikian, Santoni optimis KEK Galang Batang sudah mendapatkan perhatian dari pusat. Mengingat, KEK Galang Batang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN)

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa selesai semua. Kita mohon doa masyarakat kepri di tahun 2023 Kepri akan lebih maju. Ekonomi Kepri bangkit tidak mati suri,” ungkapnya.

Santoni mengatakan, percepatan pembangunan dan pengoperasian KEK Galang Batang dinilai menjadi salah satu bagian dari barometer perkembangan ekonomi Kepri, setelah dilanda Covid-19 tiga tahun terakhir.

“Jika KEK GB bisa terwujud sesuai rencana kita akan segera bangkit,” ungkapnya.

Pemerintah menetapkan KEK Galang Batang sebagai sentra pengembangan industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari refinery maupun dari proses smelter dengan nilai investasi PMA senilai Rp 36,25 Triliun, dengan target dapat beroperasi keseluruhan pada 2025.

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *