Lapas Kelas II A Tanjungpinang Bantah Ada Diskriminasi WBP, Rekening Khusus Sampai Nasi Compreng

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Jimmy Rahmat Tumengkol, di Tanjungpinang, Selasa (28/6/2022). (Foto: aji/pijarkepri.com)
Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Jimmy Rahmat Tumengkol, di Tanjungpinang, Selasa (28/6/2022). (Foto: aji/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tanjungpinang membantah ada diskriminasi berbentuk monopoli handphone, rekening khusus warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan pemberian nasi compreng di Lapas tersebut.

Berita Terkait : Monopoli Penggunaan Handphone, Rekening Khusus Sampai Nasi Compreng di Lapas Kelas II A Tanjungpinang

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Jimmy Rahmat Tumengkol, di Tanjungpinang, Selasa (28/6/2022) mengatakan, telah menyelidiki terkait sejumlah masalah yang terjadi di Lapas tersebut.

Ia mengatakan, Lapas Kelas II A Tanjungpinang terus melakukan pengetatan aktivitas WBP di dalam Lapas tersebut sejak peristiwa Mei 2022. Seorang WBP terindikasi mengendalikan peredaran gelap narkotika dari Lapas Kelas II A Tanjungpinang.

“Sejak kejadian itu, kami melakukan pengetatan semua akses WBP di Lapas, termasuk gencar melakukan giat penggeledahan kamar hunian WBP,” kata Jimmy.

Ia mengatakan tidak membenarkan WBP menggunakan handphone di dalam Lapas Kelas II A Tanjungpinang. Pihaknya juga telah memberikan sanksi kepada 2 pegawai Lapas yang terlibat menyelundupkan handphone ke WBP.

“Tidak ada monopoli handphone, campur tangan pegawai. Hari ini ada dua anggota Lapas yang sudah diberikan hukuman disiplin,” kata Jimmy.

Selain itu Jimmy juga membantah Lapas Kelas II A Tanjungpinang memberikan perlakuan khusus terhadap blok hunian WBP di Lapas tersebut.

Namun Jimmy membenarkan telah memberikan hukuman sanksi pembatasan gerak (Kereng) WBP di hunian blok f yang kedapatan handphone. Pemberian hukuman tidak diberikan kepada 2 kamar di blok f lantaran dijadikan sebagai tempat Tahanan pendamping (Tamping) dapur dan lingkungan.

“Tamping dapur untuk membantu masak WBP dan Tamping lingkungan untuk membersihkan lingkungan. Jadi sengaja kami tidak Kereng. Kalau di Kereng siapa yang masak dan membersihkan lingkungan,” kata Jimmy.

Ia juga membantah mengenai rekening khusus WBP yang digunakan untuk transaksi khusus di Lapas Kelas II A Tanjungpinang.

Menurutnya, semua transaksi keuangan WBP melalui layanan penitipan barang yang semuanya tercatat di dalam buku Register D.

“Jadi kalau pembesuk ingin mengirimkan uang kepada keluarganya yang ada di dalam Lapas harus melewati proses register terlebih dahulu di depan, dan jumlahnya dibatasi. Jadi tidak ada penggunaan rekening khusus WBP,” kata Jimmy.

Kendati demikian, Jimmy mengatakan pihaknya masih menunggu kerjasama dengan pihak Bank, mengenai program TapCash (Kartu Uang Elektronik) untuk WBP yang masih terkendala hingga saat ini.

“Proses TapCash belum selesai, daerah ini terkendala sinyal rawan petir,” kata Jimmy.

Sedangkan persoalan mirisnya penyediaan makanan WBP yang sebelumnya disebutkan sumber pijarkepri.com bahwa WBP di Lapas Kelas II A Tanjungpinang mendapatkan makanan Nasi Compreng, dibantah Jimmy.

Ia mengatakan, pembagian jatah makanan WBP 3 kali dalam sehari. Menu makanan yang diberikan selama 10 hari ke depan sudah ditentukan dengan porsi yang sama.

“Lauk pauk yang kami berikan sudah sesuai dengan standar. Semua makanan yang diberikan ke WBP lebih dulu di coba 4 pejabat di Lapas,” kata Jimmy.

Jimmy kemudian menunjukkan blok hunian khusus untuk WBP yang bermasalah dan berpotensi menimbulkan masalah di Lapas Kelas II A Tanjungpinang.

“Mereka kami pindahkan ke ruangan ini dan tak bisa bersentuhan langsung dengan WBP lainnya. Rata-rata WBP yang dipindahkan ke tempat ini yang bermasalah,” tutupnya.

Hingga saat ini Lapas Kelas II A Tanjungpinang menampung setidaknya 450 WBP.

(ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *