TNI Turunkan Senjata Laras Panjang Cari Anak Hilang Diterkam Buaya

Tim SAR Gabungan mendirikan posko SAR gabungan, diJalan Lintas Barat, Bintan, Senin (25/4/2022) dalam misi pencarian anak diterkam buaya. (Foto: Humas Basarnas Tanjungpinang)
Tim SAR Gabungan mendirikan posko SAR gabungan, diJalan Lintas Barat, Bintan, Senin (25/4/2022) dalam misi pencarian anak diterkam buaya. (Foto: Humas Basarnas Tanjungpinang)

PIJARKEPRI.COM – Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang dikabarkan mengerahkan personil dilengkapi senjata laras panjang mencari anak hilang diterkam buaya di daerah itu.

Humas Basarnas Tanjungpinang, Agung, Rabu (27/4) mengatakan, tambahan tim SAR gabungan dari Lanudal Tanjungpinang tersebut untuk mencari anak hilang diterkam buaya, di perairan Sungai Mangrove Toapaya Jalan Lintas Barat, Bintan.

Informasi warga, Rina (13) dikabarkan hilang diterkam buaya saat mencari kerang di Sungai Mangrove Toapaya Jalan Lintas Barat, Bintan, bersama kakek dan saudara kembarnya, Senin (25/4).

Informasi yang diterima dari Posko Tim SAR Gabungan, TNI menurunkan senjata laras panjang dalam misi pencarian korban upaya mengantisipasi munculnya buaya dipermukaan saat penyisiran sungai.

“Informasi yang kami terima dari tim SAR gabungan di posko pencarian, senjata laras panjang TNI telah dikerahkan untuk menghindari ancaman buaya saat pencarian korban,” kata Agung, dihubungi.

Ia mengatakan, sebanyak 21 personil dari Tim Rescue Kansar Tanjungpinang, Polair Polda Kepri, Polair Polres Bintan, Polsek Gunung Kijang, TNI AL, Tagana Bintan, Forum Hewan Tanjungpinang dikerahkan melakukan pencarian Rina, bersama 30 penduduk setempat, di hari ke dua pencarian.

“Radius pencarian 7 notikal mil di seputaran lokasi hilangnya korban, dan tidak menutup kemungkinan pencarian akan diperluas,” ujarnya. (ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *