Kepri  

Dispar Kepri Gelar Pelatihan Pemberdayaan Kawasan Strategis Pariwisata

Dispar Kepri saat menggelar kegiatan Fasilitasi Standarisasi Industri dan Usaha Pariwisata, di Beverly Hotel, Kota Batam, Senin (28/03).
Dispar Kepri saat menggelar kegiatan Fasilitasi Standarisasi Industri dan Usaha Pariwisata, di Beverly Hotel, Kota Batam, Senin (28/03).

PIJARKEPRI.COM – Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Dispar Kepri) menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan kawasan strategis pariwisata Provinsi Kepri.

Pelatihan itu digelar di hotel Sahid Batam, dihadiri 54 pengelola pariwisata se-Kota Batam, serta menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidang pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan dan pengembangan produk wisata.

“Pelatihan ini diikuti oleh pengelola kawasan wisata. Kita latih mereka untuk menjadi unggul dari marketingnya, administrasinya jadi mereka punya potensi untuk menjual kawasan mereka,” kata Buralimar, Senin (21/03).

Menurutnya, pariwisata di daerah menjadi program unggulan yang akan dijadikan sebagai leading sector dan diharapkan dapat menjadi pendongkrak perekonomian.

“Di Batam ini kan banyak dari pantai, hutan konservasi yang dikelola dan mudah-mudahan berkembang dan dikembangkan jadi destinasi,” katanya.

Lanjut, ia mengatakan, setelah mendapatkan pelatihan para peserta diminta untuk mengikuti program Kemenparekraf yakni anugerah desa wisata.

“Ada anugerah desa wisata, kita punya 54 desa wisata yang sudah maju itu saya arahkan ikut semua agar maju untuk mengelola kawasan mereka lebih profesional,” katanya.

Ia berharap, para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan dapat diaplikasikan di masing-masing tempat wisatanya.

“Di Kepri ada 275 desa wisata yang dikelola ya diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan dengan baik,” katanya.

Sementara Kabid Pengembangan Destinasi, Butet mengatakan, peserta tidak hanya mendengarkan arahan dari pemateri, peserta juga mempraktikkan ilmu yang didapat dengan mengidentifikasi secara langsung daya tarik yang dimiliki desa masing-masing untuk kemudian dibuat itinerary yang dapat direkomendasikan sebagai pola perjalanan wisata di Kepri.

“Ajang kita bertukar pikiran mana-mana kendala jadi bisa kita atasi, selain itu bisa membagikan ilmunya juga nanti kepada desa wisata yang lain,” katanya. (ANG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *