Satu Kilo Sabu Disembunyikan di Atas Plafon dan Dalam Tanah

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando saat menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu hasil pengungkapan satresnarkoba Polres Tanjungpinang, Rabu 12/1/2022. (foto: Humas Polres Tanjungpinang)
Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando saat menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu hasil pengungkapan satresnarkoba Polres Tanjungpinang, Rabu 12/1/2022. (foto: Humas Polres Tanjungpinang)

PIJARKEPRI.COM – Polisi mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi dari tiga tersangka merupakan jaringan internasional, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (12/1/2022)

Kepala Kepolisian Resor Tanjungpinang, AKBP Fernando, mengatakan, pelaku menyimpan barang bukti narkoba di atas pelafon rumah dan lantai dapur (Dalam Tanah,red) kediaman pelaku.

Hasil pengembangan Satnarkoba Polres Tanjungpinang mengamankan 3 pelaku beserta total barang bukti, 1 kilogram 31 koma 88 gram sabu, dan 27 butir narkotika jenis Ekstasi.

Ketiga pelaku yang diamankan dengan inisial, ZA, BW dan RE. Ketiganya memiliki peran berbeda. ZA merupakan pengedar, BW sebagai kurir dan RE sebagai gudang penyimpanan Narkoba.

“Dari tangan pelaku diamankan sabu dengan berat 1 kg 31, 88 gram, dan Ekstasi 27 butir”, terang Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando.

Polisi mengamankan barang bukti narkoba milik (BW) yaitu 9 paket sabu dan 23 butir ekstasi.

Kepada petugas (BW) mengakui bahwa baru beberapa hari tiba dari Malaysia dengan membawa sabu sebanyak 1,5 kg dan 90 butir ekstasi, yang dibawa dari Malaysia mlalui jalur laut.

“Pengakuannya bahwa berangkat ke Malaysia pada hari Rabu, 22 Desember 2021 melalui jalur laut melalui Tg. Uban Kab. Bintan menggunakan Speed Boat TKI (jalur ilegal) serta kembali ke Batam pada tanggal 1 Januari 2022 lalu ke Tanjungpinang,” ungkapnya.

Petugas kemudian melakukan pengembangan sesuai pengakuan (BW) bahwa telah menyerahkan narkoba ke lelaki (RE) yang tinggal di kos-kosan Jl. Pompa Air Gg. Kempas Kec. Bukit Bestari.

Setelah tiba di lokasi, petugas langsung menangkap (RE) dan berhasil menemukan diduga sabu sebanyak 13 (tiga belas) paket dan 3 (tiga) butir ekstasi yang disembunyikan di atas plafon rumah kos dan ditanam di lantai bagian dapur kosnya.

Selanjutnya ketiga pelaku dibawa ke Mapolres Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan.

Hingga saat ini Sat Resnarkoba masih menyelidiki orang-orang lain yg diduga terlibat dalam jaringan mereka termasuk sabu dan ineks yg sudah tidak utuh, karena pengakuan pelaku ada yg dikirim ke Batam sebanyak 3 ons yang diduga akan dibawa atau dikirim ke Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Dari tangan pelaku diamankan sabu dengan berat 1 kg 31, 88 gram, dan Ekstasi 27 butir,” terang Kapolres

Polres Tanjungpinang menyangkakan ke 3 pelaku kedalam pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.

“Dengan pengungkapan narkotika tersebut oleh jajaran Polres Tanjungpinang, BB yang disita dapat menyelamatkan sekitar 3.095 orang dari bahaya narkoba”, tutup Kapolres

Konfrensi pers ini turut hadir Kasat Resnarkoba Polres Tanjungpinang AKP Ronny dan Kasi Humas Polres Tanjungpinang AKP Suprihadi Hantono.

Sumber : Humas Polres Tanjungpinang
Editor : Ali Atan Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *