Opini  

Peran Guru di Masa Pandemi Covid-19

Mei Siregar, S.Pd, Guru di SMP Negeri 11 Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: doc_pribadi)
Mei Siregar, S.Pd, Guru di SMP Negeri 11 Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: doc_pribadi)

PANDEMI Covid-19 menjadi masalah semua negara. Terlebih di dunia pendidikan, karena pandemi kegiatan belajar mengajar kini dilakukan secara daring. Namun pemerintah berupaya agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan meski dengan pembelajaran jarak jauh ( PJJ ), jadi belajar dari rumah sebagai upaya mengurangi penyebaran virus corona.

Pendidikan tetap jadi fokus utama pemerintah dimasa pandemi. Pandemi menciptakan suatu tantangan tersendiri bagi tenaga pendidik. Pendidik diharapkan mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh ( PJJ ).

Peran guru di masa pandemi yaitu memastikan tercapainya tujuan pendidikan dan pemenuhan target akademik dan non akademik, mempersiapkan materi dan hasil evaluasi pembelajaran, memberikan pemahaman kepada siswa untuk menaati semua protokol kesehatan, guru harus dapat melakukan komunikasi dan mengembangkan kerjasama yang baik dengan kepala sekolah, orang tua/keluarga siswa untuk mendukung proses pendidikan.

Tuntutan kompetensi guru yaitu kemampuan berinovasi, memanfaatkan berbagai macam digital tools, menyelenggarakan kelas online. Para guru tidak hanya gigih bekerja sendiri, melainkan bergerak secara kolektif demi menemukan solusi atas tantangan untuk menghasilkan inovasi belajar mengajar yang bermakna dan menyenangkan.

Untuk menyelenggarakan kelas online tersebut, maka guru-guru SMP Negeri 11 Bintan berusaha belajar dan belajar untuk mempelajari berbagai macam aplikasi yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Aplikasi yang sesuai digunakan dalam PJJ ini adalah google classroom. Materi pelajaran baik berupa file word, power point, youtube, absensi dan tagihan tugas belajar semua di input di google classroom.

Kemudian google formulir untuk membuat soal berupa pilihan berganda atau essay. Guru tinggal memberikan link soal ke siswa, ketika siswa mengerjakan soal maka jawaban benar/salah langsung keluar nilainya.

Belajar hal yang baru memang sangat sulit, tetapi demi tuntutan zaman di era pandemi guru-guru berusaha belajar tentang media pembelajaran, agar pembelajaran tetap berlangsung. Guru-guru ikut berbagai macam pelatihan dibidang pendidikan, belajar antara sesama guru serta belajar dari tutorial yang ada di youtube.

Saya Mei Siregar, S.Pd guru IPA SMP Negeri 11 Bintan usia 35 tahun. Selaku guru IPA saya berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk siswa, bagaimana supaya pembelajaran itu menarik walau tidak tatap muka dengan siswa.

Saya berusaha membuat video pembelajaran sendiri dari berbagai macam aplikasi, video tersebut saya jadikan youtube. Jadi di dalam youtube tersebut sudah saya masukkan Kompetensi Dasar, Materi dan LKPD.

Didalam materi saya jelaskan dengan memasukkan suara dan musik, sehingga siswa lebih tertarik untuk menonton/mempelajari video pembelajaran tersebut.

Kemudian video pembelajaran tersebut saya kirim di google classroom di kolom materi dan tugas, kebetulan dalam satu video terdiri dari materi, lembar kerja peserta didik ataupun tugas.

Bagi siswa yang melaksanakan pembelajaran luring yang tidak memiliki paket data atau gadget, saya memberikan materi dalam bentuk handout.

Saya lebih senang/tertarik menggunakan video pembelajaran ini dibandingkan power point, karena di dalam video pembelajaran intonasi suara saya jelas dan yang saya jelaskan bisa saya perlihatkan dengan mengaktifkan bunyi mouse klik, jadi seolah-olah pembelajaran tatap muka.

Disela-sela kesibukan, saya memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kompetensi mengajar yang bermakna dan menyenangkan sehingga saya mengikuti beberapa pelatihan mulai dari awal pandemi diantaranya pelatihan dengan Quiz Based Game Learning dengan kahoot dan quizizz. Kedua aplikasi ini bisa kita gunakan untuk kuis dengan memperhatikan waktu, jadi siswa harus menjawab soal dengan teliti dan cepat.

Yang berikutnya pelatihan membuat video pembelajaran dengan animasi kartun dengan menggunakan aplikasi plotagon, video pembelajaran dengan aplikasi powton, pelatihan video dengan animeker, pelatihan membuat komik digital, pelatihan membuat video pembelajaran dengan rekam layar penuh dengan aplikasi camtasia, bisa kita masukkan suara saja atau masukkan suara dengan wajah kita, pelatihan membuat video pembelajaran dengan aplikasi renderforest, pelatihan membuat film animasi dengan aplikasi android toontastic 3d, desain canva, dan pelatihan lainnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan.

Ini semua sangat bermanfaat untuk membuat media pembelajaran dimasa pandemi. Aplikasi ini sudah saya terapkan dalam pembelajaran daring.

Kita sama-sama berdoa kepada Tuhan supaya pandemi ini cepat berlalu, Tuhan pulihkan bumi yang kita cintai ini dari virus corona, sehingga kita dapat melaksanakan aktivitas kita dengan baik serta pembelajaran dapat dilaksanakan dengan tatap muka.

Penulis: Mei Siregar, S.Pd merupakan Guru di SMP Negeri 11 Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *