Curhat ASN Mengeluh Sakit Ditolak Rawat Puskesmas Kampung Bugis

Muhammad Ridha (52), saat ini, Senin (5/4/2021) tengah menjalani perawatan di RSUD Kota Tanjungpinang. (Foto: istimewa)
Muhammad Ridha (52), saat ini, Senin (5/4/2021) tengah menjalani perawatan di RSUD Kota Tanjungpinang. (Foto: istimewa)

PIJARKEPRI.COM – Muhammad Ridha (52), seorang aparatur sipil negara (ASN) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengutarakan keluhan soal ditolak petugas kesehatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Kampung Bugis saat ingin mendapatkan perawatan medis.

Ridha, di Tanjungpinang, Senin (5/4/2021) mengungkapkan curahan hati (Curhat) mengenai saat-saat rasa sakit tubuh yang dia alami ditolak petugas kesehatan untuk dirawat di Puskesmas Kampung Bugis, Tanjungpinang pada Sabtu, (3/4/2021).

Muhammad Ridha adalah penduduk Kampung Bugis RT.03/RW.02 Kecamatan Tanjungpinang Kota. Dia mengatakan, pristiwa penolakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tersebut dimulai saat dia bersama keluarga mendatangi Puskesmas Kampung Bugis dengan keluhan tak enak badan, Sabtu (3/4/2021) sekira pukul 05.30 WIB.

Ia mengatakan, setibanya di Puskesmas Kampung Bugis dia diterima dokter jaga saat itu dan disarankan untuk rujuk mengambil tes darah di Laboratorium RSUD Provinsi Kepri. Ridha juga harus mengantar hasil darah tersebut kemudian dibawa kembali ke IGD Puskesmas Kampung Bugis.

Ridha mengatakan, berdasarkan hasil tes darah RSUD Provinsi Kepri menyarankan agar dirinya mendapatkan perawatan karena trombosit rendah. Dia juga mengaku saat itu dalam kondisi lemah, ungkapan itu juga telah dia sampaikan pada dokter Puskesmas Kampung Bugis, sekira pukul 01.00 WIB.

Namun, kata Ridha, seorang dokter wanita di Puskesmas Kampung Bugis saat itu menolak untuk merawatnya. Padahal, saat itu dia mengaku dalam kondisi sengat lemah.

“Saya minta dirawat sesuai arahan dari RSUD Provinsi karna trombosit saya rendah, dijawab dokter cewek yang bertugas pengganti dari dr. Paisal tersebut bapak masih kuat tak perlu dirawat, kalau mau dirawat disini tidak ada tempat,” kata Ridha.

Kemudian Ridha memohon kepada dokter tersebut agar dapat mengantarkan dirinya ke RSUD setempat menggunakan fasilitas ambulance Puskesmas. Kata Ridha, dokter tersebut juga menolak dengan alasan.

“Saya mohon, tolonglah bu antarkan saya pakai ambulan, biaya ambulan saya bayar. dokter terbut bilang di Provinsi belum tentu mau terima, dan dia bilang kalau pun mau di RSUD aja, saya mau tapi ambulan tidak ada,” kata Ridha.

Meski menahan sakit sejak subuh hari hingga siang hari, Ridha mengatakan tak juga mendapatkan perawatan di Puskesmas Kampung Bugis. Meskipun dia mengatakan kepada dokter tersebut kalau saja dia adalah seorang ASN, tetap saja dia tak mendapatkan pelayanan.

“Sementara saya menunggu dokter tersebut _WhatsApp_ terus saya tak tahu apa yang dia tulis, dan saya sudah menunggu hampir 30 menit dan badan saya sudah berkeringat menahan sakit, namun tak mendapat kan layanan dengan baik, dan saya bilang buk saya ini PNS kok tak mendapatkan layanan selayaknya,” tutur Ridha.

Kemudian, lantaran sudah tak tahan dengan sakit yang dia alami, Ridha mengatakan memutuskan untuk langsung pergi ke RSUD Provinsi Kepri. Namun, lantaran tak cukup ruang inap, Ridha dirujuk ke RSUD Kota Tanjungpinang.

“Pertayaan saya wajarkah seorang dokter menolak pasien yang sangat membutuhkan pertolongan. Mungkin kalau lambat ditangani oleh dokter di RSUD Provinsi saya pun tak tahu nasib saya seperti apa, dan sekarang saya dah di rawat dengan baik oleh dokter di RSUD Kota Tanjungpinang,” ungkapnya.

Ridha mengharapkan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi kepada masyarakat. Dia mengharapkan pimpinan Puskesmas Kampung Bugis dapat mendisplinkan tenaga medis di Puskesmas tersebut.

“Karena kalau udah saya aja pegawai golongan 3 tidak di layan apalagi masyarakat yang BPJS dibayar Pemerintah, kepada dokter yang bersangkutan berubahlah tingkah lakunya. Jangan melihat tipe orang seperti apa, mohon pimpinan dia untuk mendidik lagi agar menjadi dokter yang baik,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Kampung Bugis, dr Lisa Riantuti mengatakan telah mengkonfirmasi pristiwa tersebut ke petugas jaga Puskesmas.

Ia membenarkan kalau saja M Ridha datang dengan keluhan demam sudah 9 hari. Oleh dokter Puskesmas Kempung Bugis, M Ridha diminta untuk cek darah dan swab antigen.

“Hasilnya trombosit masih diatas 100 rb. Jadi menurut dokter belum ada indikasi untuk dirujuk,” ungkapnya.

Ia menjelaskan persoalan dokter pengganti sedang WhatsApp saat M Ridha meminta pertolongan, hal itu dikarenakan dokter pengganti jaga dr.Paisal konsul dulu ke dr.Paisal.

“Karena kalau mau merujuk tentu ada indikasinya. Mungkin penyampaian dari dokternya yang gak pas atau gimana jadi begini,” ujarnya.

Kendati demikian, selaku Kepala Puskesmas Kampung Bugis, Lisa Riantuti menuturkan ungkapan permohonan maaf kepada masyarakat jika terdapat kesalahan dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut.

“Kalau saya intinya kalau ada kesalahan dari pihak Puskesmas tentu akan minta maaf dengan harapan kedepannya jangan terjadi seperti ini lagi. Kita sama-sama pegawai Pemko kok masak ada istilah tidak mau memberi pelayanan jadi kesannya gimana ya,” ungkapnya.

Curhat Muhammad Ridha soal peristiwa menurutnya ditolak untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas Kampung Bugis tersebut disampaikan setelah dia mulai pulih. Saat ini dia dalam perawatan medis di lantai 3 Ruang Teratai, RSUD Tanjungpinang. (ANG)

 

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *