Menyambung Asa 9 ABK Kapal Terlantar – Berteduh di Rumah Singgah Melayu Raya

Pengurus Korwil Melayu Raya Tanjungpinang dan Lingga saat menyalurkan bantuan sembako untuk 9 ABK kapal yang terlantar dan saat ini berada di Rumah Singgah Melayu Raya Lingga, di Tanjungpinang, Rabu (24/2/2021). (Foto: pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Raut wajah gembira tergambarkan saat 9 (sembilan) pria asal Pandeglang, Banten mengangkat sejumlah karung beras dan sembako dari gudang penyimpanan logistik Perhimpunan Melayu Raya, di JL DI Panjaitan, Tanjungpinang, Rabu (24/2/2021) siang.

Sembilan pengangkut beras itu adalah Irfan (19), Sukmadi (21), Adi (26), Ashadi (25), Kiki, Radi dan Suharjan. Mereka merupakan anak buah kapal ikan KM Arung Samudra yang kabarnya ditelantarkan begitu saja dari Jakarta setibanya, di Tanjungpinang.

Irfan menceritakan hingga akhirnya dia dapat menumpang berteduh bersama 8 temannya di Rumah Singgah Melayu Raya Lingga, setelah sebelumnya harus beradu nasib di kota gurindam setelah akhirnya mereka bertemu Juai, Korwil Melayu Raya Lingga.

“Kami berterimakasih atas bantuan tempat tinggal sementara dari Melayu Raya Lingga dan sembako dari Melayu Raya Tanjungpinang dan Bapak Yan Fitri Halimansyah yang sudah mau membantu kami sampai nanti kami dapat pulang ke kampung halaman,” kata Irfan.

Irfan mengatakan dia bersama 6 temannya sudah lebih dari 3 bulan bekerja di Kapal KM Arung Samudra, melalui Robert, seorang tekong kapal. Kapal itu beroperasi menangkap sotong. Mereka diupah Rp6.000 per kilogram sotong.

Dikarenakan penghasilan takap sotong dinilai tak mencukupi kehidupan mereka, Irfan bersama 6 rekannya memutuskan untuk berhenti ikut bekerja menangkap sotong. Mereka menyampaikan kepada Robert untuk memulangkan mereka ke kampung halaman, Banten dan mengharapkan pesangon.

Namun, setelah berulang kali menyampaikan untuk berhenti dan meminta pertanggungjawaban Robert selaku tekong kapal KM Arung Samudra, bukan malah diberikan pesangon, mereka disuruh turun dari kapal tersebut.

“Kami sudah berupaya untuk meminta pertanggungjawaban tekong kapal, tapi kami malah disuruh turun dari kapal, kami juga bingung harus bagaimana, sampai akhirnya kami bertemu orang tua Korwil Melayu Raya Lingga, bang Juai, dan akhirnya kami dibantu untuk sementara tinggal di Rumah Singgah Melayu Raya,” katanya.

Irfan mengatakan mereka untuk sementara waktu akan bertahan dulu di rumah singgah Melayu Raya sampai menemukan biaya pulang ke kampung halaman.

“Keluarga dikampung sudah menunggu bang, ibu, kakak, kami pasti akan pulang,” kata Irfan.

Menyambung Asa

Persoalan mereka, 9 ABK kapal yang terlantar itu akhirnya disambut Perhimpunan Melayu Raya Kordinator Wilayah Lingga dan Tanjungpinang mewadahi persoalan kehidupan 7 anak buah kapal KM Arung Samudra dan 2 lainnya merupakan ABK kapal yang juga terlibat persoalan terlantar di Tanjungpinang itu.

Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar, Rabu (24/2/2021), mengatakan telah mendistribusikan bantuan sembako untuk mereka yang terlantar.

Sedangkan Korwil Melayu Raya Lingga menempatkan mereka yang terlantar di Rumah Singgah Melayu Raya, di Prum Griya Indonusa, Blok FA No.3 Kelurahan Air Raja, Tanjungpinang, Kepri.

“Setidaknya untuk saat ini hanya ini yang dapat kami bantu kepada saudara-saudara kita. Ini merupakan amanah Pembina Utama Melayu Raya Brigjen Pol Drs. H. Yan Fitri Halimansyah,” kata Arie.

Persoalan kehidupan tak hanya dialami 9 ABK kapal yang saat ini menumpang di rumah Singgah Melayu Raya Korwil Lingga di Tanjungpinang. Saat ini, terdapat keluarga dari 5 pasien rawat jalan asal Lingga yang juga berada di rumah singgah tersebut.

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *