Mengukur Kekuatan Parlemen Pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang

Gedung DPRD Tanjungpinang, di Senggarang. (Foto: doc_pijarkepri.com)
Ruang sidang paripurna utama gedung DPRD Tanjungpinang, Kepri, di Senggarang. (Foto: doc_pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang mendapatkan porsi memilih Wakil Walikota Tanjungpinang yang saat ini kosong sebagaimana disebutkan dalam pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Berdasarkan catatan pijarkepri.com, sebanyak 30 Anggota DPRD Tanjungpinang yang tergabung dalam sejumlah fraksi berhak menentukan Wakil Walikota Tanjungpinang yang diusung partai pengusung Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2018-2023.

Partai pengusung Wakil Walikota Tanjungpinang sisa masa jabatan periode 2018-2023 telah mengirimkan dua nama bakal calon Wakil Walikota Tanjungpinang kepada Walikota Tanjungpinang, Rahma.

Dua nama bakal calon Wakil Walikota Tanjungpinang itu yakni Ade Angga dari Golkar dan Endang Abdullah dari Gerindra. Keduanya telah menjalin komunikasi dengan Walikota Tanjungpinang Rahma, meski belum juga dikirim ke gedung biru DPRD, di Senggarang.

Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Yudhayanto, dalam analisanya, Rabu (3/2/2021) mengatakan DPRD penentu siapa Wakil Walikota Tanjungpinang terpilih.

“Yang paling krusial ada di DPRD karena disana’lah penentu siapa Wakil Walikota Tanjungpinang pilihan masyarakat meskipun melalui keterwakilan,” kata Yudhayanto.

Baca Juga : Menuju Kursi Wakil Walikota Tanjungpinang

Ia mengatakan, dikarenakan sebagai penentu bakal calon Wakil Walikota Tanjungpinang sisa masa jabatan 2018-2023, maka terdapat dua hal penting agar bakal calon dapat dipilih di parlemen Senggarang.

Pertama, komunikasi politik lintas partai perlu dilakukan setiap partai pengusung Wakil Walikota Tanjungpinang. Kedua, figur bakal calon menentukan arah kebijakan petinggi partai sebagai bentuk rekomendasi.

“Komunikasi para calon ke partai-partai lain sangat diperlukan, ini sangat diperlukan untuk menggalang suara dukungan, begitu juga dengan figur yang dicalonkan. Figur ini perlu hubungan erat dengan elit politik,” kata Yudhayanto.

Baca Juga :Partai Pengusung Wakil Walikota Tanjungpinang Jumpa Rahma

Menurut Yudha, dukungan partai politik pengusung Pilkada Serentak Kepri 2020 lalu juga menjadi barometer pengukur kekuatan dukungan para calon. Namun, kesepakatan dukungan parpol dinilai tak berpengaruh di Tanjungpinang, lantaran Tanjungpinang tak termasuk dalam pertarungan pemilihan calon kepala daerah kabupaten kota 2020.

“Dukungan parpol pada Pilkada Serentak 2020 Gubernur Kepri belum menentukan kemana arah dukungan partai di Tanjungpinang. Bisa saja dukungan itu berubah, tergantung elit parpol,” kata Yudha.

Berdasarkan analisanya, partai penentu pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang sisa masa jabatan periode 2018-2023 itu adalah PDI Perjuangan, mengingat partai berlambang banteng moncong putih itu bukan partai pengusung.

“PDIP punya 5 kursi, sebagai unsur pimpinan, tentu partai ini punya kepentingan lebih harus menempatkan siapa Wakil Walikota. Ini untuk tahapan selanjutnya, mengisi kekosongan 40 persen itu,” kata Yudha.

Baca Juga : Ashady Ingatkan Rahma Soal Aturan Penyegeraan Balon Wawako Tanjungpinang

Dikonfirmasi arah dukungan partai di DPRD Tanjungpinang, PDI Perjuangan dan Nasdem belum menentukan siapa yang akan mereka pilih dalam pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni mengatakan, hingga saat ini mereka belum mendapatkan perintah dari DPP maupun DPD PDI Perjuangan untuk mendukung para calon yang diusung partai pengusung bakal calon Wakil Walikota Tanjungpinang, Golkar dan Gerindra.

“Kami masih menunggu keputusan DPP melalui Ketua DPD Kepri Bapak Soerya Respationo. Sampai hari ini belum ada perintah untuk mendukung siapa,” kata Weni, dihubungi.

Baca Juga : Weni : Jika Rahma Tak Cocok Nama Bacalon Wakil Walikota Bisa Dibicarakan

Weni mengatakan, perubahan soal deklarasi dukungan PDIP dan PKB untuk calon Wakil Walikota Tanjungpinang dari Gerindra, Endang Abdullah dapat terjadi. Keputusan siapa yang akan didukung tergantung pada instruksi partai.

“Itu’kan sebelum Pilkada Gubernur Kepri 2020 kemarin. Namanya sudah masuk. Bisa saja berubah kalau kita lihat dari komunikasi yang terjadi hari ini di Gerindra. Kita bisa lihat siapa yang datang ke kediaman Bu Walikota Tanjungpinang, Rahma,” kata Weni.

Wakil Ketua II DPRD Tanjungpinang dari Nasdem, Hendra Jaya mengatakan hingga saat ini Nasdem Tanjungpinang juga belum menentukan siapa yang akan dipilih dalam pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang mendatang.

Ia mengatakan mengingat Walikota Tanjungpinang, Rahma merupakan pengurus Nasdem, maka menurut Hendra, keputusan tergantung pada Rahma.

“Hingga saat ini Nasdem belum menentukan pilihan. Pemilihan Wakil Walikota nanti yang kami harapkan tentunya yang dapat bekerjasama dengan Bu Walikota,” kata Hendra.

Sedangkan Golkar masih tetap pada pendiriannya mengusung satu nama, Ade Angga sebagai kader terbaiknya.

Ketua DPD Golkar Tanjungpinang, Untung mengatakan, saat ini Golkar terus melakukan konsolidasi internal partai dan komunikasi politik lintas partai.

“Golkar terus melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain. Bahkan sebelum Pilkada, komunikasi politik Golkar berjalan baik-baik saja. Kami berharap siapapun pilihan Walikota Tanjungpinang adalah yang terbaik, dapat membangun Kota Tanjungpinang lebih baik,” kata Untung, dihubungi.

Sedangkan Gerindra yang sebelumnya mengusung Endang Abdullah sebagai bakal calon Wakil Walikota Tanjungpinang sisa masa jabatan periode 2018-2023 mulai menggambarkan kondisi komunikasi politik berbeda.

Dalam pertemuan silaturahmi para partai pengusung Wakil Walikota Tanjungpinang di kediaman rumah dinas Walikota Tanjungpinang beberapa waktu lalu, terlihat Ketua DPD Gerindra Kepri sekaligus Ketua DPC Gerindra Batam, Iman Sutiawan yang menjumpai Rahma.

Kendati demikian, Endang Abdullah saat dihubungi pijarkepri.com mengatakan alasannya tidak ikut dalam pertemuan itu dikarenakan baru saja pulang dari Jakarta dan tidak dibenarkan kemana-mana.

“Saya belum dikabarin hasilnya, soalnya masih belum boleh kemana-mana, saya baru sampai di Tanjungpinang, dari Jakarta,” kata Endang, dihubungi.

Endang tak begitu menyoalkan pertemuan bakal calon Wakil Walikota Tanjungpinang tersebut. Menurutnya, pertemuan tersebut upaya pencapaian konsolidasi partai pengusung Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang periode 2018-2023.

“Hal-hal yang seperti itu normatif dalam politik, karena Bu Walikota kan ingin mendapatkan yang terbaik untuk mendampingi beliau dalam rangka membangun Kota Tanjungpinang, ingin melihat kecakapan dan sebagainya sehingga dapat berjalan bersama dengan beliau,” kata Endang.

Kekuatan dukungan parpol di DPRD Tanjungpinang dalam hal pemilihan Wakil Walikota Tanjungpinang mendatang dapat dilihat dari jumlah proporsi fraksi di gedung biru Senggarang itu.

Tiga puluh Anggota DPRD Tanjungpinang tersebut terdiri dari PDIP 5 kursi, Gerindra 3 kursi, Golkar 5 kursi, Nasdem 4 kursi, PKS 3 kursi, PKB 2 kursi, PPP 2 kursi, Demokrat 2 kursi, PAN 2 kursi dan Hanura 2 kursi.

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *