Hulubalang Bintan Nilai Pelabuhan Bongkar Muat Segara Perlu Pembenahan

Aktivitas di Pelabuhan Bongkar Muat Segara, Tanjung Uban, Bintan, Kepri, belum lama ini. (Foto : istimewa)
Aktivitas di Pelabuhan Bongkar Muat Segara, Tanjung Uban, Bintan, Kepri, belum lama ini. (Foto : istimewa)

PIJARKEPRI.COM – Hulubalang Bintan menilai pengelolaan Pelabuhan Bongkar Muat Segara, Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau perlu pembenahan diberbagai sektor.

Panglima Hulubalang Bintan, Kepulauan Riau Normansyah, di Tanjungpinang, Rabu (20/1/2021), mengatakan pengelolaan kegiatan di Pelabuhan Segara Tanjung Uban terbilang tidak sesuai standar.

Ia menyebutkan beberapa kegiatan tak sesuai standarisasi yakni pendistribusian air baku untuk kebutuhan kapal roro di Pelabuhan Segara. Menurutnya, air tersebut tidak higienis.

Hulubalang Bintan menemukan sumber air yang didistribusikan ke kapal roro tersebut dari Sungai Jagoh tanpa proses penyaringan terlebih dahulu. Mereka menilai air tersebut diduga terkontaminasi limbah manusia.

“Sedangkan air itu dipakai untuk kebutuhan penumpang, kru, untuk mandi, sholat. Kita takutnya air itu belum tahu bersih, PH ‘nya beerapa kita tidak tahu. Sebaiknya tidak menggunakan air itu,” kata Normansyah.

Hulubalang menyarankan agar UPT Wilayah III Kota Tanjungpinang dan Bintan sebagai pengelola Pelabuhan Segara dapat lebih profesional dalam pendistribusian logistik kapal-kapal di pelabuhan itu.

Menurut mereka, jika UPT Pelabuhan Segara bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kepulauan Riau, kegiatan di pelabuhan itu dapat berkontribusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jika UPT dapat bekerjasama dengan BUMD di Kepri seperti Prusda Pembangunan Kepri, Prusda Tirta Kepri dan BUP Kepri akan bermanfaat untuk daerah,” ungkapnya.

Saat ini, Hulubalang Bintan menilai pengelolaan logistik kebutuhan Kapal Roro dan bongkar muat barang kuat dugaan terdapat unsur Kolusi Korupsi dan Nepotisme.

“Jika pengelolaannya masih terdapat kaitan dengan mantan Kepala Dinas Perhubungan Kepri yang lama dan titip menitip dalam pelaksanaannya, kami duga ada unsur KKN,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT Wilayah III Kota Tanjungpinang dan Bintan, Arwan mengatakan mengenai distribusi air dan sembako ke kapal roro, di Pelabuhan Segara masih dikelola CV Baimora.

“Terkait air, terkait dengan kebutuhan kapal itu, kebutuhan air, sembako dan segala macam yang sudah berjalan itu CV Baimora yang mengelola,” katanya.

Ia mengatakan, kedepan UPT akan bekerjasama dengan BUMD Kepri untuk pendistribusian air baku ke kapal roro di pelabuhan tersebut.

Belum lama ini, BUM Hulubalang Bintan melalui BUMD Kepri telah menggelar MoU dengan Dirut BUMD Tirta Kepri untuk penyedian air bersih, di Pelabuhan Segara, Tanjung Uban.

“Kemarin BUMD sama PDAM Kepri sudah MoU soal ketersedian air, sudah diukur lokasi pipa, tinggal tindaklanjutnya seperti apa. Kita menunggu pelaksanaannya seperti apa dari BUMD Kepri,” kata Arwan.

Ia menjelaskan, saat ini, UPT Wilayah III Kota Tanjungpinang dan Bintan hanya mengelola pas parkir, tambat dan labuh jangkar kapal roro, di Pelabuhan Segara Tanjung Uban.

“Pelaksanaannya sesuai Perda Retribusi Provinsi Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Arwan menyebutkan kedepan pengelolaan kepelabuhanan Pelabuhan Segara Tanjung Uban, Bintan akan dikelola Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri. Namun, kesiapan pengelolaan pelabuhan tersebut untuk sementara masih dikelola Perusahan Bongkar Muat (PBM) yang memiliki izin.

“PBM ini sudah masuk, siapa saja bisa masuk asalkan ada legalitas. Akhir tahun kemarin sudah masuk PBM baru, anggota dewan, kalau yang berizin itu peluang mereka, kalau tidak berizin kita tidak terima,” pungkasnya.

Pelabuhan Segara Tanjung Uban, Bintan dibangun tiga tahap menggunakan puluhan miliar rupiah APBD Kepri masa kepemimpinan Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Saat ini, pelabuhan tersebut dikelola UPT Wilayah III Kota Tanjungpinang dan Bintan.***

Pewarta : Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *