Walikota Tanjungpinang Marah Developer Abai Kewajiban

Walikota Tanjungpinang Rahma bersama Kepala Dinas PUPR saat meninjau akses jalan Bukit Merpati Putih, Minggu (29/11/2020)
Walikota Tanjungpinang Rahma bersama Kepala Dinas PUPR saat meninjau akses jalan Bukit Merpati Putih, Minggu (29/11/2020)

PIJARKEPRI.COM – Walikota Tanjungpinang Rahma sangat marah dengan pengembang perumahan (developer) yang mengabaikan kewajiban penyediaan ketersedian prasarana, sarana dan utilitas (PSU) hunian penduduk di kota itu.

Hal itu disampaikan Rahma di dampingi Kadis PUPR Tanjungpinang, Zulhidayat saat meninjau kondisi PSU berupa akses jalan Perumahan Bukit Merpati Putih, RT.005/RW.002 Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu, (29/11/2020).

Rahma melihat langsung kondisi PSU penduduk Jalan Ganet, Perum Bukit Merpati Putih dan sekitarnya. Akses jalan masyarakat itu rusak parah, berlubang, berbatuan, terjal. Walikota menerima banyak keluhan warga soal akses jalan di pemukiman penduduk tersebut yang tak kunjung diselesaikan

Berdasarkan izin mendirikan bangunan (IMB) yang terdata di Pemerintah Kota Tanjungpinang, akses jalan Bukit Merpati Putih merupakan tanggungjawab pengembang yang membuka akses untuk pembangunan pemukiman penduduk setempat.

Walikota mengatakan pemerintah tidak dibenarkan membangun jalan yang masih tanggungjawab pengembang perumahan tanpa serah terima aset terlebih dahulu.

Rahma menegaskan akan memanggil segera pengembang yang tak mengindahkan peraturan yang ditetapkan pemerintah. Pengembang perumahan di Jalan Ganet, Bukit Merpati Putih tersebut yakni PT. Rhema Bintan Makmur dan pengembang perumahan Yuki Vista.

“Saya akan segera memanggil developer perumahan ini, perwakilan warga lima saja, karena ini situasi Covid-19, saya panggil bersama Pak Kadis PUPUR, Perkim, dan DPMTSP, Lurah, Camat yang harus tau. Karena kami melihat pengembang ini ada izin di lokasi lainnya,” kata Rahma.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang Tinjau Jalan Bukit Merpati Putih

Rahma menegaskan kepada pengembang perumahan tersebut untuk siap menerima sangsi apabila tidak memenuhi ketersedian PSU perumahan yang telah mereka bangun. Dia tak segan melanjutkan persoalan jalan tersebut ke ranah hukum jika developer tak juga diselesaikan.

Rahma mengetahui, persoalan jalan utama Perumahan Bukit Merpati Putih, Yuki Vista dan sekitarnya telah berlarut-larut tak juga diselesaikan pengembang, mulai dari mediasi antar warga, mediasi di Polsek Tanjungpinang Timur dan Kelurahan Pinang Kencana. Namun persoalan jalan tersebut tak kunjung selesai disemenisasi atau di aspalt.

“Kita punya ‘power’ untuk memanggil pengembang ini, kalau tidak juga diselesaikan kita berikan sangsi. Bahkan kita (Pemerintah Kota Tanjungpinang) tidak akan memberikan izin apa pun untuk pengembang seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga : Warga BMP : Ibu Walikota Rahma Tolong’lah Jalan Perumahan Kami Rusak Parah

Untuk sementara ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas PUPR menimbun, meratakan dan mengeraskan jalan berlubang Perumahan Bukit Merpati Putih. Terlihat alat berat dan truk dikerahkan untuk menimbun jalan dibantu penduduk setempat.

Kepala Dinas PUPR Tanjungpinang, Zulhidayat mengatakan tindakan yang saat ini dilakukan pemerintah menimbun jalan tersebut bersifat mendesak. Hal itu dikarenakan upaya menghindari terjadinya kecelakan seperti warga jatuh dari kendaraan hingga korban jiwa.

Kendati telah merapikan jalan tersebut, Zulhidayat mengatakan, Dinas PUPR bersama dinas terkait tidak akan tinggal diam atas persoalan jalan Bukit Merpati Putih yang masih tanggungjawab pengembang tersebut.

“Kami tidak akan tinggal diam, kami akan panggil developer, berdasarkan IMB yang kami cek jalan ini tanggungjawab developer, jika jalan ini dikerjakan Pemerintah berpotensi melanggar hukum. Kita sedang menyiapkan prodak hukum, jika nanti perusahaan ini tidak menyelesaikan PSU’nya maka akan kita cabut izinnya beserta sangsi,” kata Zul.

Walikota Tanjungpinang Rahma kemudian menggelar pertemuan dengan warga yang bermukim di Perumahan Bukit Merpati Putih dan sekitarnya membahas kelanjutan masalah jalan Bukit Merpati Putih.

Walikota Tanjungpinang Rahma saat menggelar pertemuan dengan warga di jalan Bukit Merpati Putih, Minggu (29/11/2020). Walikota menerima keluhan masyarakat setempat.

Rahma dengan tegas mengatakan bahwa permasalahan jalan di perumahan tersebut masih tanggungjawab pengembang perumahan Bukit Merpati Putih,

“Pengembang Johan wajib membangun jalan ini. Jika tidak, serahkan fasilitas umum ini ke pemerintah, biar pemerintah yang bangun,” ujarnya kepada warga setempat.

Menurut Rahma, jika pengembang Johan tidak mau mempertanggungjawabkan kewajibannya maka pemerintah akan menindak tegas terhadapnya (Johan).

“Tetapi, jika dia (Johan) tidak juga mempertanggungjawabkan apa yang dikeluhkan warga perumahan ini maka saya akan minta warga membuat pernyataan untuk saya lanjutkan ke jalur hukum,” sebutnya mempertegaskan.

“Kita akan tuntaskan masalah ini sampai selesai,” tambah Rahma.

Rahma dengan jelas memberi waktu ke pengembang Perum Bukit Merpati Putih PT Rema Bintan Makmur (RBM) dan Perum Yuki Fiesta ini sampai pertengahan Desember 2020 untuk bertemu terkait permasalahan ini.

“Kita akan undang warga. Saya minta perwakilan perumahan untuk dapat hadir ke kantor walikota pada pertengahan Desember ini untuk dipertemukan ke pengembang yang bernama Johan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, atas pernyataan Walikota Tanjungpinang Rahma ini, warga masyarakat Perum Bukit Merpati Putih dengan serentak menyetujui dan mensuport apa yang diarahkan Walikota Tanjungpinang.

(DNP/DN)
Editor ; Aji Anugraha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *