Antisipasi Covid-19 Pelajar di Lingga Ujian Sekolah di Rumah

Seorang siswa yang mengambil LJUS di dampingi orang tuanya, di Lingga. Dinas pendidikan Lingga merumahkan para siswa dikarenakan antisipasi penyebaran Covid-19 yang juga melanda daerah itu.

PIJARKEPRI.COM, Lingga – Mengantisipasi penyebaran Corona Virus Desese 2019 (Covid-19), Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga memberlakukan pelaksanaan ujian sekolah menengah pertama (SMP) kelas IX di rumah saja.

Kepala Dinas Pendidikan Lingga, Junaidi Adjam, di Lingga, Kamis (9/4) mengatakan, untuk kegiatan proses belajar mengajar di satuan pendidikan, diliburkan sejak terbitnya Surat Edaran Bupati tentang Tanggap Darurat Covid-19, dari tanggal 19 Maret hingga 21 April 2020.

Maka, Junaidi menjelaskan, seluruh proses evaluasi baik UN SMP yang sudah di batalkan oleh Kementerian Pendidikan, juga sekaligus berdampak pada evaluasi sekolah, termasuk ujian sekolah.

“Untuk penilaian kelulusan, diserahkan kepada pihak sekolah, dengan mengacu hasil portofolio yang juga ada kontribusi nilai pekerjaan rumah,” kata Junaidi Adjam saat dihubungi Pijarkepri.com melalui pesan WhatsUpp nya, Kamis (9/4/202).

Sementara itu, Ismawati Guru Wali kelas IX. IV SMP Negeri.2 Singkep menyampaikan, dengan adanya wabah Covid-19, ujian sekolaj dilaksanakan siswa di rumah.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ujian sekolah melalui Lembar Jawaban Ujian Sekolah (LJUS) yang diantarkan para guru ke rumah siswa, namun ada juga siswa yang mengambil LJUS tersebut ke sekolah didamping wali murid.

“Untuk US SMP ini ada 10 mata pelajaran dengan 50 soal, untuk nilainya kita mengunakan mesin scaner nantinya, untuk itu, kami berpesan kepada siswa untuk menjaga LJUS ini dengan baik, agar jangan sampai rusak, karena bisa tak terbaca pada komputer jika LJUS tersebut rusak,” terangnya.

Ismawati mengimbau, agar pada Selasa (14/4/2020), para siswa mengembalikan LJUS ke sekolah agar di koreksi, setelah itu pihak sekolah akan menilai. Peniliaan meliputi nilai harian dan nilai lainnya.

Sedangkan penilaian US tersebut dilaksanakan seperti biasa, untuk penilaian dari pusat. Penilain tersebut belum dapat dipastikan, menunggu pemberitahuan dan perkembangan dari pemerintah.

Dengan tidak adanya UN ini, jelas Ismawati, dan setelah pelaksanaan US, sebagai wali kelas dia harap semua siswa bisa lulus, sehingga semua siswa dapat melanjutkan kejenjang SMA, SMK atau pun MA.

“Untuk penilaian tentu ada kriterianya, seperti kehadiran, ahlak setelah itu baru nilainya, mudah-mudahan wabah corona ini cepat menghilang, sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa seperti biasanya,” tutupnya. (Aci)

Editor : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *