Mengantarkan Doa Gibran Sampai Rumah Sakit Medan

Pengurus perhimpunan Melayu Raya saat mendatangi kediaman Gibran, seorang anak penderita kelainan usus yang harus segera diopersi. (Foto: pijarkepri.com)

SUDAH hampir sepekan ini Gibran (5), bocah bekulit putih itu berdoa kepada tuhan kalau saja ada dermawan yang dapat membantu persoalan kedua orang tuanya, untuk dapat mengantarkannya menuju Rumah Sakit Medan.

Gibran adalah seorang anak penderita kelainan usus sejak lahir. Anak dari Saparudin (48) dan Nurbaiti (46) ini untuk ketiga kalinya akan mengikuti operasi klostomil, dimana kondisi usus mengalami penyempitan, hingga membuat dia harus membuang sisa pencernaan tak sampai di anus.

Saparudin (48) dan Nurbaiti (46) tak sanggup lagi untuk meneruskan operasi klostomil tahap tiga, sebagaimana dianjurkan dokter, demi kesembuhan buah hati tercinta, Gibran.

Kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan. Saparudin merupakan pekerja serabutan, sedangkan Nurbaiti hanya seorang ibu rumah tangga, ekonomi keluarga tak mendukung untuk mengantarkan buah hati ke Rumah Sakit Medan, Sumatera Utara.

Kabar persolan keluarga ini kemudian terdengar di masyarakat, kemudian disambut banyak pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan Perhimpunan Melayu Raya di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Mereka datang ke rumah Saparudin (48) dan Nurbaiti (46) yang beralamat di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, tepat di sebuah kontrakan belakang Masjid Nur Hidayah.

Organisasi binaan Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, MH tersebut menyatakan siap menanggung semua biaya transportasi dan perobatan operasi Gibran selama di Medan.

Korwil Melayu Raya Tanjungpinang, Arie Sunandar mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah yang dititipkan Pembina Utama Melayu Raya, Drs. H. Yan Fitri Halimansyah, MH untuk saling membantu dengan mereka yang kesusahan.

“Bantuan ini untuk pembiayaan selama adik Gibran mengikuti operasi yang ke tiga kalinya di Rumah Sakit Medan. Bantuan ini dari donatur yang tidak ingin namanya disebutkan, sekaligus amanah dari Pembina Utama Melayu Raya,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan Melayu Raya itu berupa transportasi menuju Rumah Sakit Medan, konsumsi dan biaya perobatan untuk keluarga tersebut.

Nurbaiti (46), ibu Gibran mengucapkan banyak terimakasih kepada donatur yang memberikan kepedulian untuk membantu biaya operasi klostomil anaknya.

“Terimakasih banyak bantuan yang diberikan Melayu Raya, terimakasih pak Yan Fitri,” ungkapnya, sembari menangis haru.

Rasa haru tak tertahankan, air mata Nurbaiti mengurai rasa sedih atas bantuan yang diberikan Melayu Raya yang pada akhirnya dapat menyelasaikan operasi ke tiga anaknya itu dalam waktu dekat ini di Rumah Sakit Medan.

“Ini operasi yang ke tiga, lubang pembuangannya udah dua, yang satu gak berfungsi yang satu lagi berfungsi, ini mau dioperasi dan tanam selang pembuangan, karena bantuan ini Alhamdulillah bisa terobati,” ujarnya.

Dokter Rumah Sakit di Medan menyatakan Gibran harus dioperasi guna penyembuhan lebih lanjut.

Meskipun demikian kedatangan pengurus perhimpunan Melayu Raya, dinilai memberikan arti tersendiri untuk keluarga Gibran beserta doa yang dia panjatkan selama ini utnuk Tuhan Yang Maha Esa.

Pewarta: Aji Anugraha
Editor : Alashari

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top