Mengenal Ulil Amri, Sang Matahari Putih Pulau Penyengat

Ulil Amri (31), Calon Legislatif Daerah Pemilihan Kecamtan Tanjungpinang Barat-Kota pada Pemilu serentak 2019 dari partai PAN. Nomor 7. (f-AnG/pijarkepri.com)

MASIH Ingatkah anda seorang pemuda mengenekan peci duduk didalam sebuah tenda, tepat dihalaman kantor DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Tanjungpinang, berdagang beragam makanan khas melayu, menyambut berbuka puasa tahun lalu.

Ya, dia adalah Ulil Amri (31), anak Pulau Penyengat, tepatnya di Kampung Jambat, Kecamatan Tanjungpinang Kota yang meluangkan waktunya menjual dagangan tradisional penduduk penyengat saat itu, dengan ambisi dapat mengenalkan makanan khas Tanjungpinang.

Sudah menjadi kebiasaan Ulil menyajikan lakse, tepung gomak, pulut sambal, putu mayang dalam kemasan dan mengabarkan kepada siapa saja kalau makanan itu adalah kuliner khas Pulau Penyengat, sebuah pulau peninggalan sejarah yang dikenal dunia.

Mengingat dia adalah putra asli kelahiran Pulau Penyengat, tak diragukan pula jiwa entrepreneur itu tumbuh dengan niat yang kuat, kalau saja lakse penyengat dapat dirasakan seluruh kabupaten kota di Kepulauan Riau, dan agar mereka rindu, datang ke pulau emas kawin Raja Hamidah (Engku Putri).

Baca Juga : Tanjak Syahrial Merajut Silaturahmi dari Pulau ke Pulau

Meskipun tak sama seperti Raja Haji Fisabilillah dan para pahlawan lainnya yang berasal dari Pulau Penyengat, akan tetapi sikap santun dan keinginan berjuang Ulil ditunjukkan dalam setiap waktu dan kesempatan. Mengingat, dia pernah memahami ekonomi di UNPAS pada 2007 lalu.

Meski tak menyelesaikan kuliah dan kembali ke kampung halaman karena hal tertentu, Ulil Amri lebih memilih mengabdikan dirinya di kampung halamannya tercinta, Pulau Penyengat, dengan keinginan kuat dapat memajukan tanah kelahirannya dari berbagai sektor pembangunan.

Keinginan itu sudah ditanamkan Safarudin dan Masyitah, ibu kandung Ulil Amri. Keduanya merupakan salah satu pengajar di kota gurindam yang sedia memberikan ilmu agar ketiga anaknya dapat menularkan ilmu itu kepada masyarakat banyak, terlebih Ulil, abang dari kedua adiknya.

Mengulas singkat pendidikan Ulil Amri dimulai sejak dia lulus Sekolah Dasar Negeri 020 Penyengat tahun 2000, dia melanjutkan pendidikan tingkat pendidikan SMP Negeri 9 Penyengat 2000-2003 dan menyelesaikan pendidikan SMA di Negeri 2 pada tahun 2006.

Usai menamatkan pendidikan sekolah di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Ulil mencari matahari baru di kota kembang, dia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Kota Bandung, tepatnya di Universitas Pasundan mengambil jurusan ekonomi 2007.

Niatnya untuk lulus tepat waktu tak dapat ditepati, pria yang hobi olahraga sepakbola dan bola voli ini lebih mengedepankan berwirausaha. Pada akhirnya dia pulang ke Tanjungpinang.

Tak terbayangkan pada akhirnya Partai Amanat Nasional (PAN) membidik pemuda di Pulau Penyengat ini, matahari putih itu adalah Ulil penerang dari segala amanah yang belum tersampaikan ke parlementaria. Ulil mendapatkan kesempatan untuk menjadi kader matahari putih dalam ruas segiempat biru bertuliskan PAN.

Niatnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan dari sektor pariwisata, kuliner, memajukan pendidikan, kesehatan di Pulau Penyengat menjadi pertanda baik, kalau dia tengah dipercaya merebut hati masyarakat agar dapat menggunakan hak suaranya di Pemilu serentak 17 April 2019.

Baca Juga : Diusung Hanura Tanjungpinang, Ini Profil Riky Adrianto

Keseharian Ulil melatih sekelompok pemain sepakbola pulau Penyengat yang disebut dalam kesebelasan Penyengat FC mendapatkan kepercayaan dari banyak pihak. Salah satu diantaranya adalah Iwan (46), pelatih Penyengat FC.

Menurutnya Ulil memiliki kepribadian yang baik, baik di kalangan keluarga, teman dan masyarakat setempat. Sikap sopan santun dan memberikan pertolongan tanpa pamrih tak perlu disebutkan Iwan, baginya Ulil memiliki inovasi untuk kemajuan Pulau Penyengat kedepan.

“Dia masih muda dan sudah punya program kerja untuk 5 tahun kedepan untuk Kota Tanjungpinang yang lebih baik,” katanya.

Suatu hal yang selalu diingat Iwan, sosok Ulil terus memberikan motivasi bagi masyarakat, termasuk dirinya. “Sebagai senior dan teman dekat, dia sering memberi masukan bekerjalah untuk masyarakat,” imbuhnya.

Niat matahari putih Pulau Penyengat itu mulai terpancar jelas di Kampung Jambat, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota yang bersinar semakin terang, seketika melihatnya pemuda yang biasa duduk berdagang lakse di halaman DPW PAN Tanjungpinang itu berpesan.

“Jangan pernah berhenti untuk sebuah perubahan demi masa depan negeri,” ungkapnya, menuju Tanjungpinang Kota yang lebih baik.

Penulis : Aji Anugraha
Editor : Ali Atan Sulaiman

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *