Polisi Tangkap Bos Tambang Bouksit Ilegal Tanjung Moco

AW, bos tambang bouksit ilegal saat berada di Mapolres Tanjungpinang, memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang. (Foto: pijarkepri.com)

AW, bos tambang bouksit ilegal saat berada di Mapolres Tanjungpinang, memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang. (Foto: pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Jajaran Sat Reskrim Polres Tanjungpinang menangkap Weidra alias AW (54), bos sekaligus pemilik bouksit Tanjung Moco yang terlibat pertambangan ilegal.

Dari pantauan di lokasi, pemilik tambang bouksit PT. AIPP tengah diperiksa penyidik Tipiter Satreskrim Polres Tanjungpinang, di Mapolres Tanjungpinang, Rabu (20/12/2017).

“Tadi pemanggilannya di jemput, 06.30 WIb” kata sumber di Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Sebelumanya Satreskrim Polres Tanjungpinang menyelidiki kasus pertambangan bauksit ilegal di Tanjung Moco, Pulau Dompak.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardyanto Tedjo Baskoro, melalui Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno di Tanjungpinang, Kepri, Senin tengah memeriksa sejumlah saksi.

“Penetapan tersangka belum, kami masih mendalami kasus pertambangan ini, mengumpulkan semua bukti, saat ini sudah 22 saksi yang diminta keterangannya,” katanya.

Sebelumnya Polres Tanjungpinang menangkap Direktur perusahaan tambang bauksit beserta 4 (Empat) kariawan PT AI, Selasa 31 Oktober 2017.

Ia mengatakan, menurut keterangan awal, biji batu bauksit yang diamankan 1.800 Ton. Penambang berencana menjual bauksit tersebut di dalam negeri.

“Rencana dijual di daerah lokal, daerah Jakarta Utara, sekitar Marunda,” katanya.

Dwihatmoko menjelaskan, prusahaan tambang PT.AI menggunakan izin PT Lobindo Pemilik berinisial AW dan empat kariawan termasuk pemilik tambang.

Temuan Sateskrim Polres Tanjungpinang terdapat kegiatan pertambangan PT AI yang seharusnya selesai beroperasi 2014.

“Tapi sisanya itu tidak mereka jual, kenapa baru sekarang itu baru dijual dengan menggunakan izin orang lain, PT Lobindo,” ujarnya.

Polisi menjerat pengusaha tambang ilegal berinisial AW tersebut melanggar Pasal 158 Undang-Udang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta beberapa juknis mengenai Undang-Undang tersebut.

“Saat ini kami lagi mendalami pemilik tambang dan dinas dinas terkait, yang mengeluarkan izin,“ ujarnya.

Hingga saat ini AW masih diperiksa penyidik Unit Tipiter Satreskrim Polres Tanjungpinang. [ANG]

 

 

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top