Syahrul Kalah Perebutan Ketua LAM Tanjungpinang

(Baju Hitam) Ketua LAM Tanjungpinang Raja Hafiz dan Ketua LAM Kepri Abdul Razak saat duduk bersama usai Musda IV LAM Tanjungpinang. Raja Hafiz terpilih sebagai ketua LAM Tanjungpinang periode 2017-2021. (Foto: Istimewa)

(Baju Hitam) Ketua LAM Tanjungpinang Raja Hafiz dan Ketua LAM Kepri Abdul Razak saat duduk bersama usai Musda IV LAM Tanjungpinang. Raja Hafiz terpilih sebagai ketua LAM Tanjungpinang periode 2017-2021. (Foto: Istimewa)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul kalah dukungan saat mencalonkan diri dalam perebutan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang pada Musyawarah Daerah (Musda) IV LAM Tanjungpinang, yang diselenggarakan di Kantor LAM Tanjungpinang, Tepi Laut.

“Pemilihan Musda LAM Tanjungpinang secara langsung, calonya cuma dua, Syahrul dan Raja Hafiz, yang terpilih Raja Hafiz untuk kepengurusan LAM periode 2017 – 2022,” kata Ketua LAM Kepri, Abdul Razak saat dihubungi pijarkepri, Sabtu (5/8).

Pada Musda LAM Tanjungpinang, setiap pengurus Kecamatan mendapatkan 1 (Satu)suara untuk memberi dukungan, begitu juga dengang pengurus LAM Provinsi Kepri. Sedangkan pengurus kota mendapatkan 2 (Dua) suara untuk memilih.

Pemilihan Ketua LAM tersebut berlangsung alot, Raja Hafiz mendapatkan 4 suara dukungan sedangkan Syahrul 3 suara dukungan dari setiap perwakilan pengurus. Raja Hafiz secara resmi menggantikan Wan Rumadi, Ketua LAM Tanjungpinang periode sebelumnya.

Abdul Razak mengatakan beberapa kriteria yang harus dipenuhi calon Ketua dalam Musda tersebut juga harus dipenuhi para calon.

“Paling tidak pernah menjadi pengurus LAM Kabupaten, Kota atau Provinsi, dan mengerti Adat-Istiadat melayu,” kata Abdul Razak.

Ketua LAM Kepri : Kita Tidak Mau LAM Tanjungpinang Terkotak-Kotak

Mengawal Musda Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang ke IV (empat), Ketua LAM Kepri Abdul Razak tidak menginginkan LAM di tingkat Kabupaten dan Kota di Kepri terkotak-kotak dalam situasi politik.

“Ketua LAM Tidak boleh berpolitik, tidak hanya Ketua, pengurus LAM tidak boleh berpolitik, kenapa, karena kita menghindarkan jangan sampai ada LAM PDI, LAM Golkar, LAM Partai lainnya, kita tidak mau terkotak kotak,” kata Abdul Razak.

Ia menjelaskan, tanggapan itu berawal dari pandangan masyarakat bahwasanya hubungan LAM dengen Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak harmonis. “Ibaratkan selama ini antara Walikota dan LAM itu ada jarak, kami tak mau seperti itu,” ujarnya.

Sebagai mitra pemerintah, lanjutnya, ia berharap, LAM Tanjungpinang dapat menjadi mitra Pemerintah Daerah Kota Tanjungpinang dalam mendukung program-program pemerintah daerah.

“Maka LAM dan Pemerintah Kota itu harus bersinergi, apa yang diharapakan Walikota dari segi Adat istiadat, Budaya jangan kita tak dukung, harus kita dukung,” pungkasnya.

Penulis : Aji Anugraha
Editor : Al-Ashari

 

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top