Pengamat : Koalisi Anakpinang “Bernafsu” Lawan Petahana

Koalisi empat partai yang kemudian disebut "Koalisi Anak Pinang". Empat partai itu adalah Golkar, Demokrat, PPP dan PKPI. (Foto: Aji/pijarkepri.com)

Koalisi empat partai yang kemudian disebut “Koalisi Anak Pinang”. Empat partai itu adalah Golkar, Demokrat, PPP dan PKPI. (Foto: Aji/pijarkepri.com)

PIJARKEPRI.COM, Tanjungpinang – Pengamat politik Kota Tanjungpinang, Hendri Sanopaka menilai koalisi empat partai politik Golkar, Demokrat, PPP dan PKPI “bernafsu” melawan calon petahana yang berencana maju pada Pilwako Tanjungpinang 2018.

“Empat partai itu merupakan koalisi besar, bernafsu sekali dan sepertinya menganggap incumben “petahana” adalah musuh besar yang bisa dikalahkan dengan koalisi besar,” tambahnya, di Tanjungpinang, Kamis.

Dalam analisanya, jumlah kursi besar dengan kedudukan Golkar 4 kursi, Demokrat 3 kursi, PPP 2 kursi dan PKPI 2 kursi di legislatif, dengan kuota 36 persen terbilang kuat untuk menghadapi PDIP dengan calon petahananya, Lis Darmansyah.

Meskipun, lanjutnya, keempat partai yang disebut dengan koalisi “Anakpinang” pasif menyebutkan siapa calon kepala daerah yang akan diusung. Namun, Golkar sudah mengantongi nama Ade Angga sebagai yang calon Wali Kota Tanjungpinang.

“Untuk diusung dari koalisi partai mungkin bisa Ade Angga karena posisi partai Golkar dengan jumlah kursi besar. Tapi apakah partai lain itu mau, apakah PKPI dan PPP tidak mengusung calon mereka,” ujarnya.

“Saya gak yakin, secara linier akan diikuti oleh simpatisan kader partai politik. Karena suara partai politik ini kan endingnya pada saat pendaftaran, karena tiketnya melalui partai, setelah itu partai belum tentu berjuang, bisa bisa kandidatnya ditinggal begitu,” tambahnya.

Hendri menilai, menurutnya, koalisi Anakpinang belum memiliki keberanian mencalonkan, hanya saja, kata dia, keempat partai tengah menghitung kekuatan calon yang mampu mengalahkan PDIP dengan calon Petahananya.

“Intinya mereka sedang berkalkulasi untuk hitung-hitungan, sedang mengotak atik kira-kira pasangan mana yang ideal bisa mengalahkan incumbent,” katanya.

Aksi koalisi empat partai tersebut dalam pertengahan semarak pendaftaran dianggap Hendri bentuk keinginan kuat maju pada Pilkada Tanjungpinang 2018.

Dengan menamakan Anakpinang, jelasnya, menjadikan kubu baru untuk melawan petahana yang juga dalam hal ini adalah anak asli Kota Tanjungpinang. Koalisi Anakpinang dapat menimbulan ketidak simpatian masyarakat di Tanjungpinang.

“Harusnya partai politik bisa menjaring konsensus. Jika mengatasnamakan Anak Pinang pada klompok tertentu, masalahnya Lis Darmansyah kan juga anak pinang yang mau maju,” ujarnya.

“Sepertinya koalisi partai itu belum berani memakai take line anakpinang. Mungkin bisa membangun emosi publik, tapi ini sama sama anak pinang dan Akhirnya masyarakat gak simpati,” ujarnya.

Penulis : Aji Anugraha

Share

PinIt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top